BELAJAR DARI MELIHAT

BELAJAR DARI MELIHAT cita citaku sejak kecil adalah ingin menjadi seniman. Dimataku seni adalah pekerjaan yang sangat indah. Pekerja seni dimataku saat itu adalah pekerja keras yang melakukan pekerjaan begitu ringan, riang tanpa beban. Hidup manusia itu saling menginspirasi satu sama lain begitu juga dengan keinginan kuatku menjadi seniman yang menggelora dari kecil. Tentu tidak terlepas dari terinspirasi oleh kehebatan seniman seniman yang aku lihat dimasa kecilku di desa. Sejak saat itu lah mulai terbersit keinginan menjadi seniman. bisakah sebuah mimpi menjadi kenyataan? pertanyaan itu tidak pernah terlintas didalam pikiranku masa itu. yang terjadi adalah aku hanya melakukan segala permainan, seperti layaknya anak kecil di desaku yang senang bermain main..adapun permainan yang paling aku suka adalah bermain menirukan orang orang yang bekerja berkaitan dengan panggung pertunjukan dan segala yang berbau kesenian. suatu ketika tersiar kabar......didesaku akan ada pertunjukan hebat dan menggemparkan, masyarakat desa di minta berbondong bondong memenuhi halaman depan pasar desa. semua menyambut gembira, tidak terkecuali aku. sejak siang otakku berputar mencari akal membuat sesuatu untuk mengambil hati kakekku agar mendapat ijin nonton pertunjukan itu. karena aku yakin kakekku tidak akan pernah mengijinkan aku keluar malam karena masih kecil. lalu aku pun merayu kakek "kakek nggak capek?" "kenapa le, kakek capek habis kerja" jawabnya. "mau aku injek injek,kek?" (maksudnya "injek injek" bukan maksud kasar tapi gantinya memijat.karena aku masih kecil kalau memijat tentu nggak terasa dan kakek paling senang kalau aku injak injak punggungnya karena seperti dipijat ) tidak selang beberapa lama aku menginjak injak punggung kakekku, aku pun mengeluarkan pemintaan. karena seperti biasanya kalau aku minta uang selalu dipenuhi namun kali ini ternyata gagal kakekku tidak mengijinkan. dan aku pun berhenti menginjak injak kakekku lalu menangis. masih dengan menangis aku lalu mendatangi mbak Endang didapur lalu merengek mengajak mbak endang untuk menonton pertunjukan. mbak endang adalah putri angkat kakekku yang sudah beranjak dewasa. orangnya keras disiplin tapi baik. aku memohon agar mbak endang mau mengajakku nonton tapi ternyata mbak endang tidak mau malah ikut ikutan melarangku untuk menonton pertunjukan.harapan satu satunya tinggal nenek. kalau minta ijin nenek pasti langsung di ijinin tapi nenek sangat patuh pada kakek dan tidak mungkin mempengaruhi keputusan kakek. aku kecewa.dalam kecewa aku sempat membanding bandingkan kenapa kakek tidak seperti nenek ya. kakek dan nenekku sangat berbeda. kalau nenek sangat sabar dan segala permintaanku selalu di turuti sedang kakek sangat keras kalau bilang tidak ya tidak dan sangat disiplin. Nenekku adalah seorang pedagang pracangan yang cukup terpandang di desaku, beliau wanita tangguh yang pernah aku kenal. pekerja keras yang sangat gigih, berangkat kerja subuh pulangnya hingga menjelang maghrib. sedangkan kakekku adalah petani cenkeh dan kopi serta sedikit ladang tebu. kehidupan ekonomi keluarga kakekku saat itu sangat lumayan dibanding kehidupan keluarga ayahku.harusnya aku bersyukur tinggal dengan kakekku karena semua hal terpenuhi. berbeda dengan adik adikku yang tinggal dengan ayah dan ibuku tapi dalam kondisi seperti ini seandainya aku tinggal dengan ayah dan ibuku aku yakin ayah dan ibuku tidak akan melarangku menonton pertunjukan itu. bahkan akan turut menemani bersama adik adikku. oh bahagianya. usai solat maghrib seperti biasanya kakekku pun beranjak ke kamar tidur aku pun menyusul merebahkan tubuhku ketempat tidur dan mulai pura pura memejamkan mata untuk tidur. dalam terpejam aku berdoa agar kakekku segera melantunkan suara dengkurnya, karena itu suatu tanda bahwa kakekku sudah terlelap dan itu berarti tanda saatnya aku harus bergerilya turun dari tempat tidur. namun ketika jam menunjukkan pkl 18.00 wib belum ada tanda tanda suara nyanyian kakek berkumandang. akupun jadi gelisah. detik demi detik aku menunggu menitpun pun terus berjalan aku semakin gelisah. secercah harapan pun mengembang ketika jam menunjukkan pkl 19.00 wib beriringan dengan suara cecak didinding tiba tiba suara yang aku harapkan pun melantun. kakekku mendengkur. dengan perasaan yang sangat gembira bercampur was was aku pun beraksi seperti scoobido yang mengendap endap melakukan penyelinapan. dengan gerakan yang sangat perlahan akupun berhasil turun dari tempat tidur dn mengendap endap keluar dari kamar. lalu mememui nenekku di teras rumah minta ijin nonton pertunjukan.nenekku aku ajak berkonspirasi. aku minta nenek membukakan pintu kalau aku pulang nanti. dan walaupan harus mengeluarkan jurus merengek rengek akhirnya berhasil. Jarak antara rumahku dan pasar tidak terlalu jauh sekitar antara 50 rumah dari rumahku. Dengan hati riang kulangkahkan kakiku dengan setengah berlari menuju Pasar. Suara musik terdengar jelas mengiringilangkahku. Dari kejahuan sudah tampak masyarakat desa meluber memenuhi halaman parkir pasar desa. Disepanjang jalan mendekati pasar, para pedagang menggelar dagangannya. sungguh ramai sekali, tidak seperti biasanya didesaku amat sangat sepi dan gelap karena belum teraliri listrik.malam ini benar benar indah kerlip lampu bersinar terang mewarnai. Raut muka keceriaan kulihat memancar dari wajah wajah penonton yang sudah memenuhi tempat parkir.akupun melebur diantara kepadatan penonton. karena badanku yang kecil, aku harus mencari tempat yang strategis agar bisa menikmati pertunjukan. dan akupun menerobos kepadatan penoton hingga mencapi tempat yang terdepan. Dadaku berdegub takjub dengan pemandangan yang ada didepanku. sebuah mobil besar perusahaan jamu yg sudah dimodifikasi menjadi panggung tampak megah di mata. Seorang laki laki berpostur tinggi tampak gagah berdiri di pusat panggung. Dari mulutnya keluar kata kata memukau menggerakkan tangan penoton bertepuk tangan. aku sangat beruntung karena ternyata acara baru mau akan di mulai. 4 orang badut berpostur kerdil sedang berjoget dengan melakukan gerakan gerakan lucu yg mengundang gelak tawa penonton. sorak sorai dan gelak tawa selalu mewarnai kemeriahan hampir sepanjang pertunjukan. hanya sesekali penonton harus rela mendapat selingan promosi obat obatan dan beberapa waktu dihentikan untuk memberi kesempatan penonton membeli obat obatan.Aku benar benar terpukau dengan penampialn mereka terutama dengan salah satu badut yg bernama p Mukri. sunggu sangat lucu dan mebuatku sampai terpingkal pingkal disetiap kemunculannya. Terlebih saat pak Mukri menirukan gaya Mohamad Ali sedang bertinju. Mohamad Ali adalah seorang petinju dari Amerika yang kan TV Banpres dikantor kecamatan akan di banjiri seluruh warga desa terutama yang laki laki. pada masa itu sangat di gandrungi masyarakat desaku. Apabila ada tayangan pertandingan tinju yang menampilkan Mohamad Ali bisa dipastikan halaman kantor kecamatan itu akan dibanjiri semua warga desa terutama laki laki. Pada saat pak mukri menirukan doble cover yang merupakan gerakan andalan Mohamad Ali sontak penonton mengenalinya dan tertawapun meledak. Puncak dari pertunjukan itu adalah pak Mukri meng KO lawan mainnya yang berbadan besar seperti petinju sungguhan dengan disambut tepuk tangan meriah dari penonton. Waktu berjalan begitu cepat tanpa terasa pertunjukan telah sampai di penghujung acara dan segala sorak soray dan gelak tawapun harus berahkir. satu persatu penonton pun beranjak menuju rumah masing masing begitu juga aku. Ada awal pasti ada akhir dan kemeriahan itupun harus berahkir. Tanpa terasa pertunjukan itu sangat kuat masuk mempengaruhiku. sejak malam itu ketertarikanku akan seni pertunjukan samakin kuat menyatu dalam kalbuku. setiap ada pertunjukan seni mulai kuda lumping, ludruk sampai pertunjukan musik dangdut tidak pernah aku sia siakan. segala cara aku lakukan untuk mendapat kesempatan menonton. Budaya memiliki kekuatan yang dasyat untuk menggerakkan dan menginspirasi perilaku masyarakatnya .begitu juga yang terjadi di didesaku. aku melihat perubahan yang terjadi di kalangan anak anak seusiaku hingga sampai anak anak tingkat usia smp. Semenjak perusahaan jamu ternama di indonesia itu memberikan pertunjukan seni semalam pola bermain mengalami perubahan. Segala permainan anak anak menjadi menarik apabila dikaitkan dengan perusahaan jamu dan segala permainan yg ada di pertunjukan semalam. anak laki laki berlomba lomba membuat mobil mainan dengan design dibuat mirip mobil perusahaan jamu dan anak anak wanita bermain main sebagai pedagang jamu. sedangkan aku, disetiap kesempatan bermain main selalu meniru segala tingkah polah badut yang aku lihat di pertunjukan perusahaan jamu itu.dan segala gerak gerik jogedku selalu membuat temen temenku tertawa dan senang. saking seringnya aku berjoged menirukan badut sampai orang orang sedesaku memanggilku Sukri meniru nama (mukri badut perusahaan jamu yang terkenal didesaku) bermula dari mas Handi yang pada suatu ketika sedan bermain mobil mobilan berkata “rek aku punya mainan baru “ ujarnya aku yanto mas yanu dan misdi merepon dengan penasaran. “mainan opo ,ndik” tanya misdi “aku habis bikin mobil mobilan keren pengen lihat nggak?” “iya ayo lihat” kata yanto tidak kalah penasaran lalu kami pun mengikuti mas handi berjalan menuju kebun belakang rumahnya. Di kebun belakan rumah itu memang sebuah tempat yang biasa kami jadikan tempat bermain mobil mobilan. Di situ kami membuat miniatur kota lengkap dengan jalan dan rumah rumahan kecil yang dibuat semirip mungin dengan kondisi sebuah kota yang lengkap dengan toko dan perkantoran. Dijalan yang kami bangun itulah yang kami jadikan route mobil mobilan. Masing masing anak memiliki rumah beserta garasi mini untuk menyimpan mobil buatannya. Mas handi membuka garasi. Lalu keluar mobil mobilan berbentuk mirip bus jamu jago yang membuatpertunjuakan kemarin lusa. Semua anak yang hadir terdecak kagum. “nah karena bus jamu jagonya sudah ada maka nggak lengkap kalau tidak ada pertunjuknnya” kata mas handi sambil tangannya mengambil sebuah bungkusan. “sopo sing gelem dadi badute” tanya mas handi matanya menatapku seakan memberi perintah “ya aku mauuuu” ujarku sambil mangacungkan jari. “nah kalau begitu ini aku ada jajan pasar, sebelum di mulai permainan ini aku ingin memulai dengan selamatan untuk meresmikan mobil mobilanku sekaligus peresmian namanya budiri mulai sekarang di ganti Sukri” semua tak bisa menahan tawa begitu juga aku terpingkal pingkal mendengar gagasan mas handi. Namun demikian ritual selamatan dan ganti nama itu terus berjalan dengan cara dan versi anak anak tentunya. Mulai sejak saat itu temen temen seusiaku memanggil ku Sukri dan lucunya nama sukri itu melengket terus hingga aku lulus smp. Bahkan orang usia dewasa pun tertular memanggil Sukri. hari yang istimewa dan selalu ku tunggu tunggu kehadirannya adalah hari pasaran Pahing. Pahing adalah salah satu hari diantara deretan hari yang terdapat di kalender jawa. masyarakat desaku menjadikan Pahing sebagai pertanda hari Pasaran dimana semua pedagang,tengkulak dan masyarakat berbondong bondong memenuhi pasar. Berabagai jenis dagangan di jajakan di hari itu mulai bahan bahan pokok,pecah belah , obat obatan sampai jual beli kambing dan sapi. segala macam teknik merayu pembeli dilakukan ada yang teriak teriak mempromosikan keistimewaan dagangannya, ada yang merubah logat dan gaya bicara menjadi wanita lengkap dengan gaya kemayu yg merayu. ada yag menawarkan sambil berjoget joget diiringi musik, ada yang memberikan pertunjukan sulap dan macam macam pertnjukan yg di sajikan. dari sekian dagangan yang di sajikan ada sebuah tenda berukuran 3 x 3 yang paling banyak menarik perhatian.pedagangnya begitu pandai mengolah kata, tampil bagaikan artis profesional berteriak teriak penuh ekspresif mengundang penonton mengitari tendanya. "saudara saudari, suwal bedah ngarep mburi.hadirin hadirot kang tumirin clanane mlorot, good morning selamat pagi di sumber manjing kita jumpa lagi,apa kabar? " pedagang jamu itu membuka jualannya dengan penuh ceria " bapak bapak ibu ibu sekalian jumpa lagi dengan saya, kali ini saya membawa kabar gembira buat warga sumawe......sebuah penemuan fenomenal ...yaitu obat mujerab yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit...mulai jantung,paru paru, rematik encok, flu pilek sampai panu gudik kurap,kutil dan cantengen. skarang tidak perlu susah susah mencari obat. dengan obat ini apa keluhan anda maka tombo teko lro lungo....didunia ini kita semua tahu bahwa dengan ijin Allah maka tidak ada yang tidak mungkin" dengan percaya diri pedagang obat itu memperkenalkan dagangannya. "ini saya mempunyai tabung kosong silahkan di periksa kosong...kosong...dan ini saya punya kertas dan ini adalah kertas biasa dimana karakter kertas adalah mudah di sobek sobek" lalu kertas yang di sobek sobek itu di masukkan tabung"dimana mana kertas adalah untuk menulis bukan untuk dimakan. tapi saya akan menunjukkan kalau kertas ini bisa di makan. Dan anda saya ajak untuk mengetahui apa yang terjadi dengan reaksi tubuh kita" pedagang itu lalu memakan kertas itu hingga habis.lalu disusul dengan minum air untuk mendorong dan mempercepat kertas agar masuk kedalam perut, setelah masuk kedalam perut pedagang obat itu membuka mulutnya lebar lebar untuk membuktikan kertas telah habis di telan, semua penonton takjub belum berakhir rasa takjub tiba tiba pedagang itu meringis kesakitan sambil memegangi perut lalu tangannya menujuk mulut tiba tiba dari mulut mucul kertas warna warni panjang sekali , karena panjangnya seakan akan ditarik tarik nggak ada habisnya. penonton dibuat terheran heran melihatnya. .bagi aku yang paling menarik adalah pertunjukan sulapnya sehingga setiap hari pasaran pahing aku selalu duduk terdepan menjadi penonton setianya.

Komentar